masukkan script iklan disini
![]() |
| Ilustrasi: Artificial Intelegence |
Gerakan kesenian yang baik bukan hanya tentang bagaimana menghantarkan riak euforia sesaat; ketika panggung berdiri kokoh, sorot lampu estetik, dan gebyarnya rangkaian pertunjukan, tetapi juga harus mampu meninggalkan jejak berupa memori spiritual, kebahagiaan, yang berdampak pada hari-hari selanjutnya.
Gerakan kesenian juga tidak melulu harus berada pada koridor komersial. Sebab laku kesenian jelas-jelas dibangun atas dasar kesadaran spiritual, kepekaan sosial, dan ekspresi diri. Tak melulu juga gerakan itu harus berlangsung di ruang-ruang publik yang luas, sebab kenyataannya masih banyak ruang lain yang kerap terabaikan; ruang yang diisi oleh mereka, yang memiliki keterbatasan untuk mengakses secara penuh ruang publik itu. Maka sikap jemput bola adalah pilihan yang tepat untuk diambil.
Di bulan Oktober ini, Komite Budaya Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Tasikmalaya bersepakat untuk menggelar Gentra Loka Vol 9 dengan mengusung sikap jemput bola, kesenian dan edukasinya dibawa dan disuguhkan secara eksklusif kepada anak-anak Panti Asuhan Nuurul Milah Kota Tasikmalaya. Lebih dari itu, pada Gentra Loka kali ini, Komite Budaya juga berinisasi untuk memberikan donasi berupa kebutuhan pokok anak-anak panti.
Gentra Loka Vol 9 juga akan mempersembahkan pertunjukan wayang golek dari Giri Medal Kancana oleh Ki Dalang Anom Angga Ridwan Tjahyo Yuswana dan tari Sunda Kala Ider oleh Keila Adzani Ayuri. Selain itu, akan ada sesi interaktif peserta yang terlibat bersama anak-anak panti.
Komite Budaya memandang, anak-anak panti asuhan penting mendapatkan edukasi kesenian tradisional Sunda—setidaknya, untuk menjadi pengalaman baru bagi mereka merasakan pertunjukan seni yang interaktif dan menyenangkan.
Teruntuk kawan-kawan yang telah melakukan registrasi untuk ikut Gentra Loka Vol 9, sampai jumpa di hari Jumat, 9 Oktober 2026.
Salam hangat,
Ketua Komite Budaya
Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Tasikmalaya


